Puisi | Malu

Malu Oleh: VA Tuhan menertawakankuAku sendiri kecewa pada raga yang jiwaku bersemayamTak jarang jiwa itu di abaikanAku kasian pada jiwa yang menemani raga iniRaga begitu sibuk memikirkan segudang realita yang harus di hadapiKetika tuhan memberikan waktu untuk raga bersih kembaliJustru sang raga haus akan air, ia lupa ada waktu baginya istirahat

Catatan Ungkapan Terima Kasih tuk Mencintai Diri Sendiri | Opini

Catatan ungkapan terima kasih tuk mencintai diri sendiri Di beri kesempatan hidup selama 20 tahun terlahir sebagai perempuan adalah anugrah. Walau konon perempuan pernah di anggap sebagai racun. Dalam kacamata pribadi ingin menambahkan perempuan adalah racun yang berasal dari racun yang di racuni. Dunia menilai perempuan adalah racun dari parasnya. Benar, paras adalah racun utama … Lanjutkan membaca Catatan Ungkapan Terima Kasih tuk Mencintai Diri Sendiri | Opini

Puisi | Bentang

Bentang Oleh: VA Dari piasak menuju tanah merah jika berbelokLurus menuju desa si kecil bertatihBerbelok kiri kerumah asliBerbalik arah samudra membentang Sekarang jalannya rindang bercabangRiuh burung berkicau mesti di sumpalHay,,, aku siap mengoyakmu! MencelamuPekik sekelebat kerumunan pendengki Akar menjulur-julurkan serabutnya, mengerakan benih daunJangan kering, jangan keringTutuplah semua sel kulitmu, tetaplah terjagaBertahanlah, bertahanlah Kita satu biji, … Lanjutkan membaca Puisi | Bentang

Puisi | Hujan Tanpa Angin

Hujan Tanpa Angin Oleh: VA Gemuruh kian memburuSedang angin pasti kan berseruHujan akan turun segeraLaut jadilah, muara Ada suara yang tak dapat terdengarTidak ada pendengar yang bersuaraIni kisah biasaBiasa untuk terbiasa Pendengar itu anginGemuruh itu kisah terbiasaDan suara adalah hujanDan pasti hujan itu menimbulkan suara Hujan tak terdengar bila jatuh kedalam lautHujan tak selalu bersama … Lanjutkan membaca Puisi | Hujan Tanpa Angin

Cerbung | Merajut Cinta yang Fitri

Bag 1 ~Ramadhan tiba ramadhan tiba~~Marhaban ya ramadhan marhaban ya ramadhan~~Marhaban ya ramadhan marhaban ya ramadhan~ Dendang lagu opick mulai menyemarakan kedatangan bulan ramadhan sepanjang jalan orang berdendang, acara televisi mulai intens menyiarkan lagu ini. Suasana puasa semakin dekat, aroma menunggu waktu berbuka sembari berburu takjil, jalan-jalan menghabiskan senja menari-nari di depan mata. Lalu lintas … Lanjutkan membaca Cerbung | Merajut Cinta yang Fitri

Cerpen | Cemburu

Denging peluit mengudara. Tiupan bunyi peluit panjang memberi tanda latian voli segera di mulai. Setiap jum'at dan sabtu adalah latian rutin ekskul voli. Sehubung mempersiapkan tim untuk ajang olimpiade tingkat provinsi latian di tekan menjadi empat kali dalam seminggu. Persiapan sudah hampir satu bulan. Perhelatan olimpiade itu terselenggara dua minggu lagi. Rumini hari ini merasa … Lanjutkan membaca Cerpen | Cemburu

Objektivitas Tembakau | Opini

Paradigmaku berubah manakala tersleding pada sederetan kalimat ini "tidak apa-apa cowok merokok itu keren" bahasa secara bakunya tertulis demikian. Apa yang terfikir pertama kali dalam benak kalian? Apa yang kalian jawab manakala menjadi partner bicara dengan orang ini? Sebelum menjawab ikuti intruksi berikut. Posisikan diri anda sebagai seseorang memiliki saudara laki-laki perokok berat, orang tua … Lanjutkan membaca Objektivitas Tembakau | Opini

Cerita Rakyat Brebes Selatan | Jaka Poleng

Hallo, sahabat onlineđź‘‹ Di bawah ini salah satu cerita rakyat masyarakat Brebes Selatan yang berhasil aku buat. Maafkeun kalau misal rada aneh. Alkisah pada zaman dahulu ada sebuah kerajaan di kota brebes. Terletak di tengah-tengah kota. Hiduplah seorang raja yang bijaksana pemimpin istana kerajaan yang megah bernama Prabu Kertawaja. Istana tersebut juga memiliki seorang pesuruh … Lanjutkan membaca Cerita Rakyat Brebes Selatan | Jaka Poleng

Cerpen | Prahara Hari itu

Ada buah pikiran sejak hari itu. Pikirannya kian berkecamuk. Ada perasaan hancur melihat rumah kebahagian dan kepercayaan runtuh berkeping-keping. Perasaan nyilu berbaur rasa yang sukar untuk didefinisikan. Rasanya membangun kembali rumah yang telah hancur itu sungguh sulit. Masih saja ada bagian dinding rumah yang bolong, meski segala upaya telah dilakukan. Air mukanya membiru. Malu. Pada … Lanjutkan membaca Cerpen | Prahara Hari itu